PUKOTU (Pupuk Kompos Batu) Hasil Karya Program Kreativitas Mahasiswa

Teknik Kimia | 108 Pembaca

Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu tepatnya di RT 04 RW 10 Dusun Junggo, menjadi sentral wisata petik apel di Kota Batu. Desa ini banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun mancanegara. Apalagi ketika musim panen tiba. Dalam proses pemanenan apel, banyak hal yang dilakukan, seperti pemangkasan atau perempesan daun apel, pemangkasan batang apel, dan pembersihan daun di bawah sisa perempesan tadi. Selain itu, ketika proses pemanenan di sini lah terdapat limbah daun apel yang kebanyakan dibiarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut dari pemilik maupun pekerja. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu upaya penanganan lebih lanjut terkait pengolahan limbah agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan tidak disia-siakan atau dibiarkan saja melebur dengan tanah dan kurang dalam pemanfaatan limbah daun apel tersebut. Oleh karena itu, dilakukan upaya untuk mengatasi hal tersebut dengan menerapkan sebuah program bernama : PUKOTU (Pupuk Kompos Batu) melalui recycle limbah daun apel pada mitra kelompok tani masyarakat Dusun Junggo Desa Tulungrejo Kota Batu dalam bentuk pengaplikasian PKM (Program Kreativiats Mahasiswa) lolos pendanaan 2019. Program ini memanfaatkan limbah daun apel, untuk pengolahan tanah dan juga menambah nilai guna limbah menjadi pupuk kompos cair. Dengan memadukan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan mudah dicari serta dengan bantuan bakteri EM4 untuk proses fermentasi pupuk tersebut. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam proses menjalankan program ini adalah metode pendekatan POAC. POAC merupakan fungsi manajemen yang terdiri atas planning, organizing, actuating, controlling. Program pengabdian masayarakat yang telah merealisasikan target luaran berupa pos pelatihan program yang bernama pos Program PUKOTU  dimana tempat untuk membuat pupuk kompos cair dari recycle daun apel yang ramah lingkungan dan juga produk hasil olahan limbah melalaui kegiatan pengabdian masyarakat yaitu pupuk kompos cair yang siap digunakan untuk mengurangi limbah di masyarakat Junggo, sehingga dapat mewujudkan Home Industry  Pupuk Cair Organik yang mampu memberdayakan Masyarakat Kelompok Tani yang Berdaya Saing. Namun, setelah melakukan sosialisasi, pengorganisasian, dan pelatihan saat ini, program pengabdian masyarakat PUKOTU ini telah dinyatakan berhasil 80% dan untuk tahap selanjutnya akan dilakukan penyusunan strategi pemasaran dan juga pengontrolan program sehingga mitra mampu menindak lanjuti program PUKOTU secara mandiri. Sedangkan untuk keberlanjutan program akan dilakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala kepada mitra. Selain itu, akan dibuat artikel ilmiah dan laporan akhir guna menjadikan sumber referensi untuk kemajuan program selanjutnya.